Tak Perlu Takut Bahasa Google: Cara UMKM Pakai Merchant Center

Tak Perlu Takut Bahasa Google: Cara UMKM Pakai Merchant Center

Banyak pemilik UMKM merasa takut ketika pertama kali mendengar istilah Google Merchant Center. Mereka berpikir:

“Google itu sistem luar negeri → harus pakai bahasa Inggris → saya nggak akan ngerti.”

Padahal, persepsi ini tidak tepat. Google Merchant Center menyesuaikan dengan perilaku pencari, bukan memaksa kita menggunakan bahasa Inggris.

Artikel ini akan membantu UMKM memahami bahasa Google dan cara memanfaatkan Merchant Center untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.


Bahasa Google Bukan Bahasa Inggris

Merchant Center memang menggunakan beberapa istilah Inggris, tapi itu hanya istilah sistem, bukan bahasa yang harus digunakan di website atau konten produk.

Yang penting:

  • Produk jelas dan informatif

  • Website rapi dan terpercaya

  • Pelanggan mudah memahami informasi

Website yang mendukung branding dan konten jelas akan bekerja bersama Google Merchant Center.
👉 Selengkapnya: Website untuk Branding Bisnis


Bagaimana Merchant Center Membantu UMKM?

Dengan Merchant Center, produk UMKM bisa tampil di:

  • Google Search

  • Google Shopping

  • Google Maps untuk produk lokal

Ini membuat bisnis terlihat profesional, mudah ditemukan, dan lebih dipercaya pelanggan. Merchant Center bukan sekadar iklan, tetapi alat edukasi dan branding digital.
👉 Lihat panduan lengkap: Jangkau Jutaan Pelanggan di Google dengan Merchant Center

See also  Web Agency Profesional di Matraman Jakarta Timur | Kamedia Web Agency

Website dan Branding UMKM yang Mendukung Merchant Center

Merchant Center bekerja optimal jika didukung website yang rapi dan terstruktur. Website ini bisa menjadi:

  • Sumber data produk yang valid

  • Media memperkuat branding

  • Pusat informasi pelanggan

Dengan website yang tepat, Merchant Center membantu mengubah traffic menjadi leads dan pembeli.
👉 Pelajari alur lengkap: Alur Branding dan Leads Customer


Tips Memulai Merchant Center Tanpa Takut Bahasa

  1. Gunakan bahasa pelanggan

    • Website, deskripsi produk, dan konten harus sesuai bahasa target pasar.

  2. Pisahkan istilah teknis dengan bahasa manusia

    • Contoh: Dashboard Merchant Center = istilah sistem

    • Produk & konten = bahasa yang dimengerti pelanggan

  3. Bangun brand sebelum beriklan

    • Produk yang jelas + website profesional + branding yang konsisten = lebih cepat diterima Google Merchant Center
      👉 Lihat strategi branding: Strategi Branding

  4. Manfaatkan media publikasi online

  5. Pilih paket website yang sesuai

    • Sesuaikan skala usaha & kebutuhan Merchant Center
      👉 Paket Website


Langkah Berikutnya: Siap ke Alur Branding & Leads

Setelah memahami bahasa Google dan cara Merchant Center bekerja, langkah selanjutnya adalah menghubungkan website dengan alur branding dan leads customer. Dengan begitu, traffic yang masuk melalui Google Merchant Center bisa dikonversi menjadi pelanggan nyata.

👉 Lanjut baca: Alur Branding dan Leads Customer


❓ FAQ – Google Merchant & Bahasa Google

Apakah Merchant Center harus pakai bahasa Inggris?

Tidak. Yang penting konten produk dan website sesuai bahasa target pelanggan.

Website seperti apa yang mendukung Merchant Center?

Website harus rapi, jelas, terstruktur, dan menyampaikan informasi produk dengan mudah dimengerti.

Apakah Merchant Center hanya untuk iklan?

Tidak. Merchant Center juga membantu branding, visibilitas produk, dan kepercayaan pelanggan.

See also  Jasa Pembuatan Web Pulomas Jakarta Timur

Bagaimana cara mulai Merchant Center tanpa bingung?

Mulai dari website jelas, isi produk lengkap, gunakan bahasa pelanggan, dan ikuti alur branding.

Konsultasi Jasa Pembuatan Website Jakarta Timur

Diskusikan kebutuhan website bisnis Anda bersama Kamedia Web Agency.


💬 Konsultasi Gratis via WhatsApp

Respon cepat • Tanpa biaya konsultasi • Fokus hasil

📍 Melayani area Jakarta Timur & sekitarnya

Scroll to Top